well, 45 hari yang lalu saya baru dianugerahi seorang keponakan yang cantik. Terus saya mencari artikel - artikel tentang bayi (mo tau juga dikit tentang bayi ^_^ )
nah kebetulan saya ketemu satu artikel di msn yang judulnya
"Mata Bayi Tidak Fokus? Waspadai Katarak!"
menurut artikel tsb, Jika didapati mata sang bayi tidak fokus, bola matanya bergerak-gerak terus seperti mencari-cari sesuatu, itu salah satu tanda bayinya menderita katarak.
Katarak itu sendiri adalah perubahan lensa mata yang sebelumnya jernih dan tembus cahaya menjadi keruh. Terlihat ada warna putih di tengah bola mata yang hitam atau cokelat. Kekeruhan ini menghalangi masuknya cahaya sampai ke retina sehingga menghasilkan bayangan yang kabur. Katarak yang menyerang bayi dikenal dengan Katarak Kongenital.
Katarak pada bayi sebabnya bisa macam macam. Tetapi, penyebab yang paling sering adalah bayi terinfeksi virus rubella saat masih dalam kandungan. Disebut sebagai rubella syndrome atau campak Jerman dan rentan terjadi pada tiga bulan pertama usia kehamilan.
Adapun gejalanya seperti gatal-gatal, panas disertai bercak merah pada kulit. Penyakit ini disebabkan virus yang berasal dari udara, cara menyerangnya sebagaimana virus influenza. Untuk mencegahnya, pada wanita usia subur bisa dengan menjalani pemeriksaan serologi untuk rubella. Jika tidak memiliki antibodi, wanita tersebut diberi imunisasi dan baru boleh hamil tiga bulan setelah penyuntikan. Selain rubella, ibu hamil penderita diabetes juga berisiko melahirkan bayi berkatarak.
Seorang bayi yang sudah dipastikan menderita katarak harus segera dioperasi/bedah katarak. Setidaknya bayi tersebut sudah berusia 2 bulan atau tergantung dari kondisi kesehatannya secara keseluruhan. Namun operasi sebaiknya dilakukan sebelum bayi berusia tiga bulan agar retina matanya tetap bisa berkembang dengan baik. Operasi katarak dilakukan dengan bius total. Lensa yang keruh diangkat dengan sebuah irisan kecil pada mata.
Sungguh berbahaya, kita mesti waspada akan perubahan prilaku sang bayi agar dapat menemukan secara dini problema pada bayi sehingga dapat terhindar dari bahaya yang lebih besar dan parah.